Salam hangat :
4-september-2012
Hay
..
Aku kembali. Tapi kali ini dengan luka baru yang
terasa amat pilu..
Tapi, ditengah kepiluan ini, aku masih bisa
tersenyum, walaupun terkadang harus ada
kata ‘terpaksa’ untuk senyumanku..
Siapa lagi kalau bukan sahabat dan teman-temanku
yang membuat tersenyum, melupakan sejenak kepenatan dihatiku. Aku pernah
berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan bahagia dan senang apabila
teman-temanku juga senang dan bahagia. Yaahh, aku akui beberapa dari mereka
sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan, yang mereka sukai, mereka sayangi
.. A… teman dekatku . Segala puji bagi Tuhan dya sudah bersama laki-laki yang
ia sukai ‘b…, sekarang mereka in a relationship. Bagus ! aku turut senang
mendengar dan melihatnya. Selanjutnya sebut saja k’M... ., Alhamdulillah dya
juga sudah bersama dengan E…. ,. Laki-laki yang ia idamkan dan ia kagumi selama
ini. Tanpa disangka-sangka mereka sudah jadian. Haaaaachhh .. (tarik nafas
panjang) sedangkan aku KAPAN? Hanya ada 3 kata untuk menjawabnya. “aku tidak
tahu”.
Angin
yang bertiup semilir ini, membuatku nyaman untuk tetap berada disini. Dibawah
naungan pohon pinus yang nan menjulang tinggi. Beralaskan rumput yang mulai
kering,pertanda musim panas akan segera menghampiri. Dan sebuah kolam ikan yang
aku tak yakin jika ada ikan didalamnya, berwarna hijau terang tertimpa sinar
matahari. Sedang bergelombang dihadapanku. Membuat mataku berbinar akannya aku
enggan untuk menyudahinya. Hey , ada lagi. Ada seekor kadal juga datang
menghampiriku, sepertinya dya sedang ingin berjemur. Menikmati vitamin sinar UV
yang bagus untuk membantu merubah warna kulitnya. Aku masih ingin disini, dan
masih belum ingin beranjak kemanapun. Kicau burung yang cuit-cuit seakan
menghiburku, bernyanyi untukku, ‘untuk hatiku yang sendu’. Terima kasih.
Meskipun begitu, aku masih merasakan sendu pilu itu. Aku ingin itu cepat pergi
dari hatiku, pikiranku, dan hidupku …
.Alanoby.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar