Kamis, 14 Agustus 2014

“ Bagi seseorang yang mencari ridha Allah. Ada permulaan atau bidayah dan ada akhir atau nihayah. Permulaan orang yang mencari ridha Allah adalah perjalanannya menapaki kehidupan, dan akhirnya adalah di hadapan Allah. Apabila sejak awal langkahnya memulai perjalanan, orang itu sudah benar-benar kembali kepada Allah, berjalan menuju Allah dengan total maka peluang suksesnya untuk sampai kepada ridha Allah sangat besar. Sebab Allah pasti menolongnya sejak ia memulai langkahnya. Allah akan menjaganya untuk tidak terputus dan jatuh ditengah jalan. Akan tetapi jika di awal langkahnya ia tidak kembali kepada Allah, tidak meminta pertolongan Allah ia akan terlempar kembali ke tempat ia memulai perjalanan, dan ia tidak akan sampai kepada Allah. Seorang ulama yang hatinya diterangi Allah mengatakan. “ Siapa yang mengira dirinya bisa sampai kepada Allah dengan pengantar selain Allah. Maka Allah memutus perjalanannya. Dan barang siapa beribadah dengan mengandalkan kekuatannya sendiri, maka Allah menyerahkan urusan ibadah kepadanya, Allah tidak akan menolongnya.” “


-Bumi Cinta-
“ salah satu tanda sukses di akhir perjalanan adalah kembali kepada Allah di awal perjalanan “


-Ibnu Athaillah-
          “ Aku wasiatkan kepadamu semoga kau mau menerimanya. Sesungguhnya Allah memiliki hak pada malam hari yang tidak diterima ketika dilaksanakan siang hari. Demikian juga Allah memiliki hak pada siang hari yang tidak diterima jika dilakukan pada malam hari. Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amalan sunnah sebelum melaksanakan amalan wajib “


-Umar bin Khatab-
“ Allahumma ahlikizh zhaalimina bizh zhaalimin “

“ Ya Allah hancurkanlah orang-orang yang zalim “


-Do’a agar terhindar kezaliman-
“ Jika pagi datang, orang yang lalai akan berpikir apa yang harus dikerjakannya. Sedangkan orang yang berakal akan berpikir apa yang akan dilakukan Allah kepadanya. “


-Ibnu Athaillah-

Pesan dari Kiai Rais (Ranah 3 Warna)


Anak-anakku…

          Akan tiba masa ketika kalian datang dihadang badai dalam hidup. Bisa badai diluar diri kalian, bisa badai di dalam diri kalian. Hadapilah dengan tabah dan sabar, jangan lari, badai pasti akan berlalu.
Anak-anakku…

          Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani, badai hati. Inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri, dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat.
Anak-anakku…


          Bila badai datang. Hadapilah dengan iman dan sabar. Laut tenang ada untuk dinikmati dan disyukuri. Sebaliknya laut badai ada untuk ditaklukkan, bukan ditangisi. Bukankah karakter pelaut handal ditatah oleh badai yang silih berganti ketika melintas lautan tak bertepi?

When rain's come

Tadi, saat aku baru pulang dari bintaro.. hujan.. jalanan pun macet.. motor dan mobil saling berebut untuk bisa jalan duluan.. aku heran why is everybody run if rain’s come?
 Hujan gak gigit ko.. kenapa seakan-akan hujan itu menyebalkan…

Segitu gak sukanya ya rakyat ini dengan hujan? Apa salahnya? Tolong jangan salahin hujan, hujan ga tau apa-apa.. tugas hujan hanya menurunkan air saja, agar tanaman yang tak terurus tuan rumahnya hidup, agar air tanah untuk kita mandi dan minum selalu ada, agar jalanan ga panas, hujan banyak manfaatnya keles.. kenapa harus mengumpat dan mengeluh jika hujan datang. Kalo diriku justru bahagia jika hujan datang… membawa berkah bagi kita semua….

Disaat motor lain saling menyalip ,, aku dengan simy(motorku) diam saja di lajur tengah bersama mobil lain yang tak bisa nyalip, sebenarnya aku bisa nyalip, tapi itu akan bikin macetnya makin panjang, karena ga ada yang mau ngalah, ga ada yang mau sabar untuk mengantri jalan, ga ada yang mau … kenapa ga ada yang mau? Aku justru mau sabar mengantri dan menunggu, meski aku diguyur hujan dan kedinginan,, aku sabar dan tetap mengantri, aku tidak menyalip,, karena bagiku disaat semua orang tak ada yang mau mengalah, siapa lagi yang akan mengalah kalau bukan diri kita? Mulailah dari diri sendiri.. iya kan ___ …

yang mengalah dan memaafkan duluan adalah yang berjiwa besar…


Remember this guys~~