Anak-anakku…
Akan tiba masa ketika kalian datang dihadang badai dalam
hidup. Bisa badai diluar diri kalian, bisa badai di dalam diri kalian.
Hadapilah dengan tabah dan sabar, jangan lari, badai pasti akan berlalu.
Anak-anakku…
Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai
jiwa, badai rohani, badai hati. Inilah badai dalam menemukan dirinya yang
sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika,
kepercayaan diri, dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari
badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan
menjinakkan dunia akhirat.
Anak-anakku…
Bila badai datang. Hadapilah dengan iman dan sabar. Laut
tenang ada untuk dinikmati dan disyukuri. Sebaliknya laut badai ada untuk
ditaklukkan, bukan ditangisi. Bukankah karakter pelaut handal ditatah oleh
badai yang silih berganti ketika melintas lautan tak bertepi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar