Pertama jumpa dia, dia sangat pemalu dan penuh pertanyaan. Awalnya aku hanya ingin tahu dia siapa. Sepertinya dia orang baru, maybe murid pindahan disekolah ini. Dia lebih muda satu tahun dengan usiaku, aku melihatnya masuk dikelas 8 A. Hmmm, tidak terlalu jelek untuk seorang murid pindahan, gumamku. Dia tinggi juga, putih, manis (bukan berarti gula), mm, kayaknya juga super cepat deh kalo dilihat dari cara jalannya.
“Eh Yuri, udah tahu belom. Kita punya adek kelas baru looh. Hohoo... Lumayan juga jadi gebetan.” Sapa Nisa padaku. “Iya, kayaknya ada yang aneh deh sama gue, pertama liat dia, gue ngerasa ada yang beda. Apa mungkin ya gue suka sama dia, aduh gue CP3 nih...”. Lanjut Maya dengan mimik yang serius. “Hah apaan ntu CP3 ?” Jawab aku dan Nisa. “Cinta Pada Pandangan Pertama.... heee”. Jawab Maya. “Ih dasar lo ya!”. “Eh udah ah. Inget pren kita mao UN tao, lu pilih yang mana? Mending gak lulus Un apa gak lulus diterima cowok??? Haa,,,”. Kataku. “Ya gak dua-duanya lah Ri... !!!”. Nisa dan Maya serempak menjawab. “Ok,ok,, santai mba, udah dah ayuk kita masuk kelas. Udah bel nih bro?”. Lanjut aku.
Akhirnya kita bertiga masuk kelas. Pelajaran pertama matematika. Waah hari ini hari pusing kuadrat ternyata!. Apalagi gurunya Pak Aep. Guru super jutex disekolah. Laah bukannya jutex itu yang buat cat kuku ya? Gubrak,jlep. Bukan itu mah cutex. >,< . Si Nisa dan Maya bukannya puyeng mikirin soal yang dikasih sama Pak Aep eh malah ni anak tidur. Jadi deh mereka, kena wejangan hangat Pak Guru di pagi yang penuh haru ini. Hiiiiii,,,
Hari demi hari berganti silih, eh salah silih berganti maksudnya. Setelah kufikir-fikir ada yang aneh ! Tahu gak apa? Aku sering memergoki si anak baru itu. Dimas panggil saja. Sering memperhatikan aku. Terkadang kalau lagi usil, aku balik ngeliatin dia. Alhasil dia malah malu dan merah delima dah no warna mukanya. aHahaa..
What unbelieveble ! Ternyata apa yang dikatakan Maya waktu itu bukan main-main. Maya benar-benar suka sama Dimas. Ya ampun nih anak ya, cepet banget suka sama orang tanpa tahu dulu dia gimana?
Setiap hari Nisa dan Maya selalu membicarakan Dimas. Berandai-andai segala lagi. Iyyuuhh.. alay banjet dah. Mereka berandai kalau salah satu diantara mereka jadian dengan Dimas. Haaaa aku puusing lama-lama mendengar mereka.
But, soal Dimas suka perhatiin aku, aku belum bilang sama Nisa dan Maya. Aku masih pikir-pikir lagi. Aku juga mau jaga perasaan mereka. Takutnya nanti mereka malah sakit hati.
Esoknya, Maya menyatakan perasaannya sama Dimas. Dan sayang seribu sayang. Seperti hati disayat sembilu. Masih dengan gayanya yang sopan dan bijaksana namun masih kaku, Dimas menolak Maya! Alasannya karena dia gak suka sama Maya. Whats !!!!
Ya Tuhan, berilah Maya ketegaran hati atas apa yang ia alami.Untungnya, Alhamdulillah Maya memaklumi dan membiarkannya. "Move on sajalah" kata Maya...
Aku coba hubungi Dimas, aku tanya " Mas, kenapa lu nolak temen gue. Dia kan cinta mati banjet sama lu ?". " Iya gue tau, dia suka gue. Tapi mau gimana lagi Ri. Gue gak suka dia." Jawab Dimas. " Terus lu sukanya sama siapa?" Tanya Aku. "Gue... sukanya sama orang lain, nanti juga lu tau !". Jawab Dimas dan dengan gampangnya dia tutup telepon gitu aja, tut tut tut... huhhh
Bener kan firasat aku. Dimas gak suka sama Maya, dan dia suka dengan orang lain. Ha.... Apa itu aku ya ?????????? Astaghfirullah tobat-tobat. Gak boleh-gak boleh-gak boleh gak boleh mikir kaya gitu. Jangan mengharap Yuri..... Jangan______ !,
Ujian Nasional, tinggal menghitung jari saja H - 2. 2 hari lagi ya ternyata. Alhamdulillah, waktu emang cepet. Bener kata-kata orang sekarang. Udah mau UN pemirsa,,, Semangat!!!
.................
Aku, Nisa, dan Maya sudah selesai melaksanakan UN. Tinggal menunggu hasil UN deh sekarang. Dan akhirnya yang ditunggu pun datang, Pak Sobar di hari yang sudah ditentukan mengumumkan hasil UN "Anak-anak ... Maaf sekali, sangat disayangkan, sepertinya kalian harus berbesar hati, sabar ya anak-anak. Kalian... LULUS !!!" Ya Allah Alhamdulillah... Kita semua LULUS, kita semua bersyukur sekali. Tapi , kenapa harus setegang ini ya, dasar Pak Sobar bisa aja buat deg-degan. Terimaksih Ya Allah, akhirnya kita LULUS Uji Seleksi Negara. Duileee,,, sebut aja UN, HiKs Hiks :')
Kita bertiga sekarang bukan satu sekolah lagi. Masing-masing dari kita beda sekolah. Dan herannya,, sampai detik ini Dimas masih sering dan tak lelahnya sms serta telepon aku. Menurut aku dia bukan cowo yang jahat, sepertinya …
Dia baik, kalo gak salah. Maya, Nisa maafin aku. Sepertinya aku mulai tertarik dengan Dimas..
Dua bulan kita PDKT. He,.,,,,.. J gak lama setelah itu dia nyatain persaannya padaku dan dia nembak aku. Dia bilang katanya dia suka aku dari pertama ketemu. “ Kok bisa?” Aku Tanya dia. “ Ya bisalah”. Jawab Dimas. “Kenapa, emang apa yang lu suka dari gue?”. “Gue gak tau, tau-tau aja gue kepikiran lu terus, entah apa dan gimana jadinya sampe gue kaya gini. Tapi menurut gue lu menarik, lu beda dari cewe yang lain… <3 “. Dimas menjelaskan dengan gayanya yang khas. “Hah”. Aku kaget bukan main dan malunya hanya kata ‘hah’ yang keluar dari mulutku.
Setelah menimbang-nimbang semua yang aku timbangkan. Ih udah kayak jualan aja. Aku terima dia, dan kita backstreet untuk sementara waktu.
Di awal hubungan kita, berjalan dengan lancar, tanpa ada kecurigaan sama sekali, Nol. Dia sangat perhatian banget sama aku.
Tapi_________
Setelah aku selidiki, ternyata dia … Dia bukan orang yang baik. Dia, selingkuh tanpa aku ketahui. Sedih.. Aku tarik semua kata-kata aku kalau dia baik, ini, itu, dsb. Aku salah menilai dia, sekarang hanya ada dua kata untuk dia. 1.Kecewa 2.Tertipu. Berkali-kali aku sms dia. “ Siapa Salma? Dia pacaran sama kamu? Kenapa jadi kaya gini! Kenapa harus bohong ! Apa salahku sampe aku diginiin! Haruskah ini terjadi ? Bisakah ini semua hanya mimpi belaka !!!! Jawab donk smsnya !”
Dia gak bales-bales juga. Dia ini kenapa sihhh? Gak berani ngomong karena terlalu pengecut ! atau apa emang bener dia pengecut !
Tuhan.. Hatiku….. kenapa ini terulang lagi, hatiku tak bisa berkata apa-apa, mungkin karena terlalu perih untuk diucapkan. Aku hanya bisa mengandalkan angin yang berhembus serta derasnya hujan untuk menghapus kepahitan ini. Sia-sia sudah semuanya…………………………….
--------The End--------

Tidak ada komentar:
Posting Komentar