Untukmu Bumi
Terlambat, nasi sudah menjadi bubur
Terlanjur, akibat telah terjadi
Tsunami telah menerkam
Tanah longsor telah menimpa
Banjir yang telah menggenang
Angin ribut yang kian memekik
Salah
SIAPA?
Pasti Manusia. Yang Cuma numpang tinggal
dibumi!!
Lalu selalu merusak bumi.
Aku
tahu bumi terlukai
Tau
aku gunung berusaha membantu bumi
Mengeluarkan
luka
Aku tahu laut menangis karena tak lain
sama
Juga sakit.
Apa kalian juga
tahu seperti aku ??
Malu dikit lah. MALU ...
Malu sama bumi
Malu sama laut
Malu sama gunnung
Kita ini cuma numpang tinggal!
Malah bikin rusak lingkungan bumi.
Hei, Anak cucu
tolong rawat bumi kelak
Teman jangan
rusak alam juga
Semuanya jaga
bumi
Bumi bertahanlah
Matahari akan menghukum mereka yang perusak
Bulan pun akan melindungi mu
Dan hujan akan menumbuhkan
bunga-bunga baru untukmu
Buah karya:
Rabiatul Adawiyah
SMA Adzkia Islamic School
DERAI KEHIJAUAN
Dahulu saat fajar
Aku memberi kehidupan
Dengan sejuknya gemericik air
Dan rindangnya pepohonan
Membuat siapa saja memandangku
Terhipnotis akan pesona yang tiada terusik
Tapi jangan kau tanam prasangka
Bila saat ini aku tuli
Tuli karna rontaan yang tak kau dengar
Tak bisa mendengar para burung berkicau lagi
Kehilangan istana yang telah musnah
Tapi jangan kau sapa aku bila
Bila aku ini tak dapat mendengar
Bait – bait pujian
Jikalau semua itu nista
Tertutupi oleh keangkuhan yang fana
Tapi jangan kau salahkan aku
Jika aku menyimpan kemarahan yang berpijar
Karena mu aku kering kerontang
Biarlah aku tetap tegak
Menanti laku bejat apa????
Yang akan mengakhiri perjalanan
Yang tak pernah tersirat dan
Yang tak pernah terlihat
Di pelupuk mata ini
Karya: Al faris Hanini
SMA Adzkia Islamic School
Tidak ada komentar:
Posting Komentar